Sejarah

1997 – 2001

PRII Matraman

GRII Duren Sawit bermula persekutuan sekelompok orang yang berkumpul dan belajar teologi Reformed pada tahun 1997 di sebuah ruko di bilangan Cikini. Dua tahun kemudian, persekutuan ini menjadi Persekutuan Reformed Injili Indonesia (PRII) dan semua kegiatan pelayanan dan ibadah menggunakan sebuah ruko di jalan Matraman Raya. Pdt. Budi Setiawan dipercaya sebagai hamba Tuhan yang melayani sebagai Gembala Sidang.

2001 – 2005

MRII Matraman

Pada tanggal 7 April 2001 PRII Matraman didewasakan menjadi Mimbar Reformed Injili Indonesia (MRII). Kebaktian perdana MRII Matraman dipimpin oleh Pdt. Dr. Stephen Tong. Rata-rata kehadiran jemaat sampai pada masa ini adalah 150 orang.

2005 – 2009

GRII Matraman

Pada tahun 2005, Pdt. Tumpal Hutahaean ditunjuk menjadi Gembala Sidang. Pada tanggal 17 November 2007 MRII Matraman berubah status menjadi Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Matraman.

2009 – 2025

GRII Buaran

Tahun 2009 berpindah lokasi ke daerah Buaran dan berdampak di dalam kehadiran jemaat yang berkurang karena merasa lokasi terlalu jauh dari domisili mereka. Dengan merenovasi sebuah gudang menjadi tempat ibadah, GRII Buaran meneruskan dan pelayanannya dan berusaha menjadi berkat di bilangan Jakarta Timur. Terhitung sejak bulan Maret 2016, peralihan kepemimpinan dilakukan oleh Sinode GRII yang menunjuk Pdt. Thomy J. Matakupan menjadi Gembala Sidang GRII Buaran hingga saat ini.

2025 – Now

GRII Duren Sawit

31 Agustus 2025 GRII Duren Sawit diresmikan oleh ketua sinode GRII, Pdt. Dr. Antonius Steven Un.